Tuesday, March 1, 2011

BLACKBERRY adalah sebuah Smartphone yang memiliki fungsi beragam seperti SMS, Telepon, Internet Browsing, Push E-Mail, hingga Chatting sekalipun.

BLACKBERRY pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM). Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia.

BLACKBERRY pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Di Indonesia, Starhub menjadi bagian dari layanan dalam segala hal teknis mengenai instalasi BlackBerry melalui operator Indosat. Indosat menyediakan layanan BlackBerry Internet Service dan BlackBerry Enterprise Server.


PENGARUH POSITIF dari BLACKBERRY
Sebuah teknologi yang diciptakan tentunya memiliki fungsi dan dampak positif. Berikut ini adalah beberapa dampak positif dari BlackBerry :
  1. BlackBerry memiliki mobilitas yang tinggi. Pemilik BlackBerry dapat berkirim E-mail tanpa harus mengunjungi warnet terdekat.
  2. Pemilik BlackBerry dapat mengetahui berita-berita serta informasi penting yang terdapat di belahan dunia manapun.
  3. Dengan adanya BlackBerry, pemakai tidak perlu repot-repot untuk melihat peta, karena BlackBerry dapat digunakan sebagai alat navigator.

PENGARUH NEGATIF dari BLACKBERRY
Tidak hanya pengaruh positif, BlackBerry juga memiliki dampak yang negatif bagi penggunanya. Beberapa dampak negatif bagi pengguna BlackBerry dan lingkungan di sekitar pengguna :
  1. BlackBerry dapat menyebabkan sang pemakai menjadi ANTI SOSIAL, karena pemakai sudah bisa chatting tanpa harus menemui orang secara langsung.
  2. Tidak jarang BlackBerry menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
  3. BlackBerry dapat menimbulkan sindrom "gila", karena sering tertawa tanpa ada sebab yang jelas.
  4. Dapat memecah konsentrasi saat bekerja.
  5. Semakin sering kita menggunakan BlackBerry, maka semakin sering kita menghambur-hamburkan uang. Baik uang kita sendiri maupun uang orang tua kita.
  6. BlackBerry dapat membuang waktu sang pengguna dengan fitur BlackBerry Messenger.


BLACKBERRY dapat menyebabkan sang pemakai menjadi ANTI SOSIAL. Saya mengatakan ini bukan tanpa sebab. Saya seringkali melihat pengguna BlackBerry sibuk menundukkan kepalanya seperti orang yang sedang mengheningkan cipta. Rupanya setelah Saya perhatikan, mereka terlalu sibuk berinteraksi dengan BlackBerry mereka seolah tidak ada orang lain di sekitar mereka.


Pernah suatu kali Saya diajak oleh kakak saya pergi ke sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan bersama dengan teman-temannya juga. Kebetulan salah satu dari teman kakak saya tersebut ada yang menggunakan BlackBerry. Sekilas memang tidak ada perbedaan yang signifikan antara dia dengan yang lain. Namun Saya terus memperhatikan tingkah lakunya, hingga pada suatu saat kami semua memutuskan untuk mencari tempat untuk duduk dan makan.


Saya, kakak saya, dan dua orang temannya mulai menyibukkan diri dengan mencari tempat duduk yang kosong untuk kami berlima. Namun apa yang dilakukan oleh teman kakak saya yang satunya? Ya, dia masih saja sibuk menundukkan kepala dan berinteraksi dengan BlackBerry-nya. Bayangkan, di saat semua orang sibuk mencari tempat, dia malah tenang-tenang saja dan terus mengutak-atik BlackBerrynya, seolah dia ingin menemukan sesuatu di sana.


Pun saat kami telah mendapatkan tempat duduk. Semua orang asik berinteraksi, mengobrol satu sama lain dan mengakrabkan diri, namun teman kakak saya yang satu ini belum bisa melepaskan genggamannya pada BlackBerry-nya. Akhirnya, entah kakak saya merasa tergganggu atau bosan, dia meminjam BlackBerry temannya itu dan sementara waktu ia tahan.


Kakak saya mengatakan sesuatu kepada temannya itu yang menurut Saya cukup benar. Dia mengatakan, "Daritadi ngapain aja, sih, lo? BB lo ga bisa dikantongin sebentar, ya? Kalo lo ga punya kantong titip di tas gw aja, nih! Masih lega! Orang daritadi yang lainnya ngobrol lo asik BBM-an, twitteran. Kalo mau OL doang ga usah jauh-jauh ikut pergi kemari, di rumah aja biar puas! Kayak orang sok sibuk aja lo!". Terdengar cukup pedas memang. Namun temannya yang lain juga meng-iyakan perkataan kakak saya tersebut.


Memang kurang bijak jika Saya menilai pengguna BlackBerry yang lain sama seperti teman kakak saya tersebut. Tapi Saya bisa pastikan, lama-kelamaan para pengguna BlackBerry akan terjangkiti virus akut yang dinamakan Virus Anti Sosial. Di mana berkurangnya secara signifikan atau bahkan hilangnya kepedulian kita terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita.


Menurut Saya, penggunaan BlackBerry dapat menimbulkan hal-hal negatif bagi pengguna dan orang di sekitarnya. Setiap teknologi pasti memiliki dampak yang positif maupun negatif. Hanya tinggal sang pengguna yang memutuskan, teknologi tersebut ingin digunakan dalam hal yang positif atau negatif.




BLACKBERRY MENDEKATKAN YANG JAUH

DAN MENJAUHKAN YANG DEKAT

SUMBER :

Sunday, December 12, 2010

Agora atau Tempat Berkumpul

Posted by Kresno Setyoputro On 11:04 PM | No comments


Agora

Agora (bahasa Yunani: γοράAgorá) adalah tempat untuk pertemuan terbuka di negara-kota di Yunani Kuno. Pada sejarah Yunani awal, (900–700 SM), orang merdeka dan pemilik tanah yang berstatus sebagai warga negara berkumpul di Agora untuk bermusyawarah dengan raja atau dewan. Di kemudian hari, Agora juga berfungsi sebagai pasar tempat para pedagang menempatkan barang dagangannya di antara pilar-pilar Agora. Dari fungsi ganda ini, muncullah dua kata dalam bahasa Yunani: αγοράζω, agorázō, "aku berbelanja", dan αγορεύω, agoreýō, "aku berbicara di depan umum". Istilah agorafobia digunakan untuk menunjukkan rasa takut terhadap tempat umum.

Forum Romawi merupakan bentuk pertemuan bangsa Romawi yang mengikuti Agora dan kadang-kadang disebut untuk menunjukkan Agora. seiring berkembangnya zaman tempat orang berkumpul berubah menjadi plaza.awalnya dimulai pada tahun 1977 di Crest Bloomsbury, London, meluncurkan dengan nama Discotek 77. Pada tahun 1982, sementara masih di Crest Bloomsbury, ini dinamai BADEM Light & Sound Tampilkan untuk cermin nama asosiasi perdagangan bibit yang telah ditetapkan untuk sektor ini. Asosiasi Produsen Inggris Discotheque Peralatan.

Dalam tanggapan atas keragaman tumbuh itu basis keanggotaan, BADEM kemudian berganti nama menjadi Lighting Profesional dan Sound Association (PLASA) dan dengan demikian pada tahun 1984, menunjukkan juga menjadi Cahaya PLASA dan Suara Show.Pada tahun 1985, ia pindah ke Novotel di Hammersmith sebelum tiga tahun kemudian pindah ke Olympia 2, di mana ia tinggal hingga 1992 sebelum pindah ke Mahkamah Earls lebih besar 2.

Hal itu membuat bergerak dari Earls Court 2 untuk Earls Court 1 pada tahun 1996 dan pada tahun 2007 membuka pintu kembali ke Earls Court 2 dan - untuk pertama kalinya dalam sejarah acara - diduduki kedua ruang.

Untuk sebagian besar sejarahnya, menunjukkan telah dijalankan oleh perusahaan peristiwa eksternal, namun pada tahun 2007, PLASA mengambil manajemen acara di-rumah dan meluncurkan Acara PLASA. Lalu mengapa sekarang plaza berubah fungsi menjadi mall? Mari kita lihat terlebih dahulu pengertian mall. Mall adalah sebuah pusat perbelanjaan, pusat perbelanjaan atau daerah perbelanjaan adalah satu atau lebih bangunan membentuk kompleks toko mewakili merchandiser, dengan interkoneksi jalan setapak yang memungkinkan pengunjung untuk dengan mudah berjalan kaki dari unit ke unit, bersama dengan area parkir - versi, indoor modern dari pasar tradisional .
  
Modern mal strip "mobil-ramah" dikembangkan dari tahun 1920, dan pusat perbelanjaan berkorespondensi dengan munculnya hidup di pinggiran kota di banyak bagian Dunia Barat, terutama Amerika Serikat, setelah Perang Dunia II. Dari awal, desain cenderung menghadap ke dalam, dengan mal berikut teori-teori tentang bagaimana pelanggan terbaik bisa tertarik dalam lingkungan yang terkendali. Serupa, konsep mal yang memiliki satu atau lebih "jangkar" atau "besar kotak" toko dirintis awal, dengan toko-toko individu atau jaringan toko skala kecil dimaksudkan untuk manfaat dari pembeli tertarik dengan toko-toko besar.

Sumber          :