Sunday, January 20, 2013

Fakta Manusia Kerdil

Posted by Kresno Setyoputro On 1:00 AM | No comments
Kids, kamu udah nonton film The Hobbit: Unexpected Journey, belum? Film yang bercerita tentang petualangan para manusia kerdil ini diangkat dari cerita novel dengan judul yang sama. Tapi kamu tahu, nggak kalau manusia kerdil itu benar-benar ada?


Lebih pendek dan mungil

Mungkin kamu nggak asing dengan dongeng atau film tentang kehidupan hobbits. Tapi apa jadinya kalau para hobbits tersebut benar-benar nyata? Sebetulnya hobbits atau orang kerdil (dwarf) adalah sebutan bagi mereka yang menderita kelainan pada sistem pertumbuhannya.

Penderita kelainan ini disebut juga dwarfism. Ciri-cirinya terlihat dari tinggi badan di bawah rata-rata. Orang kerdil dewasa tingginya cuma sekitar 1.25 – 1.40 meter. Bandingkan dengan tinggi normal orang dewasa yang bisa mencapai 2 meter. Makanya mereka sering disebut “orang mungil” atau “orang kerdil”.

Orang kerdil di Afrika punya penyebab lain. Para peneliti mengatakan bahwa tubuh mereka pendek karena hidup di pedalaman hutan yang kurang mendapat sinar matahari. Sehingga tulang mereka kekurangan vitamin D yang mengandung kalsium dan pertumbuhannya menjadi terhambat.


Habitat tersembunyi

Meskipun banyak orang yang ngaku pernah melihat manusia kerdil secara langsung, namun untuk menemukan mereka bukan hal yang mudah, kids. Seringkali keberadaan mereka cuma dianggap sebagai cerita legenda atau mitos.

Tahun 2003, tim arkeolog berhasil menemukan kerangka manusia kerdil (Homo Floresiensis) di Liang Bua, Flores, Nusa Tenggara Timur. Penelitiannya sendiri dimulai sejak tahun 1970, kids. Di sekitar tempat tersebut juga hidup manusia kerdil lainnya. Mereka hidup dalam dusun terpencil yang letaknya agak tersembunyi.

Berbeda dengan penelitian Suku Pigmi (Pygmy Peoples), di Afrika. Suku ini ditemukan sekitar tahun 1858, saat bangsa Inggris datang ke Afrika. Sejak itu Suku Pigmi mengasingkan diri ke pedalaman hutan. Baru tahun 1971 – 1986 para antropolog melakukan penelitian tentang mereka di Kepulauan Andaman.

Orang kerdil dikenal suka tinggal di goa dekat pegunungan atau di tengah hutan. Mereka juga mengucilkan dan menutup diri dari masyarakat asing, meskipun ada beberapa suku yang cukup bersahabat. Jadi nggak heran para arkeolog dan peneliti butuh waktu bertahun-tahun untuk mencari data tentang mereka.


Tersebar di beberapa negara

Banyak yang beranggapan bahwa orang kerdil ini cuma ada di Indonesia dan di Afrika. Asal tahu aja, kids, ternyata mereka juga tersebar di wilayah lain. Selain di Indonesia dan Afrika, para orang kerdil ini juga ada di Filipina, Cina, Burma, India, dan Australia.

Masing-masing wilayah punya julukan sendiri untuk orang-orang kerdil ini. Contohnya di kawasan Asia Tenggara (Filipina, Kepulauan Andaman, Semenanjung Malaysia) mereka disebut Negritos, yang dalam bahasa Spanyol berarti “orang kulit hitam yang kecil”. Di Indonesia dikenal dengan Rampasasa atau Flores Man (Homo Floresiensis). Di kawasan sekitar Pegunungan Hkakabo Razi (perbatasan Cina, Burma, India), orang kerdilnya dikenal dengan nama Suku T’Rung.


Fakta orang kerdil:
  • Selain di Flores, orang pendek di Indonesia juga ditemukan di wilayah Bone, Sulawesi Selatan dan Kerinci Seblat, Sumatera Barat.
  • Homo Floresiensis yang ditemukan di Flores masih ada hubungannya dengan manusia purba berumur 94 ribu – 13 ribu tahun lalu.
  • Homo Florosiensis adalah spesies manusia purba terakhir yang masih berhasil bertahan dan terancam punah.
  • Suku Pigmi di Afrika hidup di tengah hutan belantara dan tinggal di atas pohon.
  • Suku Pigmi di Afrika dan Filipina cenderung berhenti tumbuh saat awal remaja.
  • Suku Pigmi di Kepulauan Andaman adalah satu-satunya Suku Pigmi yang terbuka kepada masyarakat asing.

Source :

Yudi - XY Kids! Magazine

Sejarah Kereta

Posted by Kresno Setyoputro On 12:53 AM | 1 comment


Bepergian naik kereta memang seru, kids. Apalagi sekarang ini udah banyak kereta cepat. Contohnya kereta cepat yang baru dioperasikan oleh China akhir Desember 2012. Gimana sejarah kereta sampai bisa lahir kereta super cepat?


Apa itu kereta api?

Yakin, deh. Pasti kamu semua udah pernah lihat yang namanya kereta api, kan? Tapi pasti nggak banyak yang tahu pa itu kereta api. Kereta api adalah sarana transportasi yang terdiri dari lokomotif dan rangkaian kereta (gerbong), dan berjalan di atas rel.

Nah, kereta api ini jenisnya cukup banyak, kids. Seiring berkembangnya tekhnologi, kereta terbagi sesuai tenaga penggerak (kereta rel listrik/KRL, kereta api uap, kereta api diesel); sesuai bentuk rel (kereta api konvensional dan kereta api monorel); sesuai letak jalur (kereta di atas permukaan tanah dan kereta bawah tanah/subway).


Perkembangan kereta


  • Wagonways (kereta kuda)

Penemu/pengembang: Penambang Jerman (1568)
Teknologi: Ditarik dengan hewan (biasanya kuda)
Kecepatan: -

Kereta tertua yang ditemukan di Jerman yang gerbongnya masih dari kayu. Kereta ini dipakai untuk mengangkut hasil tambang. Relnya pun masih terbuat dari kayu.



  • Steam Locomotive (kereta api uap)
Penemu/pengembang: Richard Trevithick (1804); George Stephenson (1815)
Dikenalkan: 1804
Teknologi: Memakai perapian untuk menghasilkan uap
Kecepatan: ~ 203 km/jam

Kereta api uap memiliki perapian dan pasokan batu bara. Awalnya kereta ini dipakai mengangkut barang. Kereta api uap untuk penumpang baru dikenalkan tahun 1825.














  • Electric Locomotive (kereta listrik/kereta rel listrik)
Penemu/pengembang: Robert Davidson (1837)
Dikenalkan: 1841
Teknologi: Memakai baterai/generator (bisa di-charge), rel listrik
Kecepatan: ~ 357 km/jam

Kereta listrik untuk penumpang dikenalkan tahun 1879. Kereta ini memakai rel listrik ciptaan Frank J. Sprague tahun 1888.














  • Diesel Locomotive (kereta diesel)
Penemu/pengembang: Dr. Rudolf Diesel (1906)
Dikenalkan: 1912
Teknologi: Memakai mesin diesel berbahan bakar bensin
Kecepatan: ~ 238 km/jam
Kereta ini beberapa kali melakukan tes dan akhirnya berhenti saat Perang Dunia I tahun 1914. Pertengahan tahun 1920, kereta ini mulai banyak diproduksi di Eropa.




  • Maglev/Magnetic Levitation (kereta magnet)
Penemu/pengembang: G.R. Polgreen (1959)
Dikenalkan: 1984
Teknologi: Memakai lintasan magnet, linear motor, electro-suspension
Kecepatan: ~ 581 km/jam

Kereta Maglev berjalan dengan mengambang di atas permukaan lintasa magnet. Tekhnologi canggih yang terus dikembangkan dalam kereta ini nantinya juga dipakai dalam pembuatan kereta cepat.



 
  • High-speed Rail (kereta super cepat)
Penemu/pengembang: AEG and Siemens & Halske (1903)
Dikenalkan: 1933
Teknologi: Memakai lintasan high-speed lines, desain aerodinamis, keamanan tinggi
Kecepatan: ~ 581 km/jam















Kereta cepat awalnya dikembangkan oleh Jerman dan Perancis (TGV). Namun kereta cepat yang paling terkenal dan paling cepat adalah Shinkansen, milik Jepang. Kereta ini memiliki tekhnologi super canggih dan sangat nyaman.















Semakin cepat dan canggih
Mungkin saat ini udah jarang kereta yang memakai lokomotif, karena semua udah beralih ke kereta listrik atau kereta Maglev. Kereta super cepat seperti TGV dan Shinkansen sendiri menggunakan teknologi rel listrik atau magnet yang terus dikembangkan. Teknologi inilah yang memungkinkan kereta bisa melaju sangat cepat.

Jarak yang ditempuh kereta super cepat ini juga nggak pendek, kids. Mereka bisa menempuh jarak ribuan kilometer dalam waktu yang cukup singkat. Bahkan kereta super cepat yang baru diresmikan di Cina memiliki jarak tempuh terpanjang di dunia, yatu 2.298 km. Kereta ini menghubungkan kota Beijing – Guangzhou.


Source :

Yudi - XY Kids! Magazine
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_rail_transport