Monday, October 3, 2011

Posted by Kresno Setyoputro On 8:51 PM
SISTEM BILANGAN BINER

Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal, Decimal, atau Hexadecimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit.

 Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII (American Standard Code for Information Interchange) menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.

Perhitungan

Desimal
Biner
(8 bit)
0
000000
1
000001
2
000010
3
000011
4
000100
5
000101
6
000110
7
000111
8
001000
9
001001
10
001010
11
001011
12
001100
13
001101
14
001110
15
001111
16
010000

Perhitungan dalam biner mirip dengan menghitung dalam sistem bilangan lain. Dimulai dengan angka pertama, dan angka selanjutnya. Dalam sistem bilangan desimal, perhitungan mnggunakan angka 0 hingga 9, sedangkan dalam biner hanya menggunakan angka 0 dan 1.
               
Contoh : mengubah bilangan desimal menjadi biner.
Decimal = 10
10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).
Dari perhitungan di atas, bilangan biner dari 10 adalah 1010.

Dapat juga dengan cara lain, yaitu :

10:2 = 5(0),
5:2 = 2(1),
2:2 = 1(0),
1:2 = 0(1)
Sisa hasil bagi dibaca dari bawah ke atas menjadi 1010.